"yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ista'iinuu bialshshabri waalshshalaati inna allaaha ma'a alshshaabiriina" [2:153] Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Kamis, 17 November 2011
Senin, 07 November 2011
Senin, 17 Oktober 2011
Senin, 25 April 2011
Tips menjual dg mudah
Pada dasarnya, berjualan apa saja memerlukan proses. Jika kita bisa memprediksi hasilnya, maka kemungkinan untuk SUKSES lebih besar. Demikian juga halnya, untuk bisa sukses menjual, maka kita harus tahu motif di balik pikiran pembeli. Agar mudah diingat, maka motif tersebut disingkat 5P :
1. Profit : Orang membeli dengan motif mendapatkan keuntungan
Contoh :
Semua pedagang memiliki motif ini, orang beli rumah/kios/ruko dengan tujuan investasi, orang beli mobil bekas untuk dijual kembali, orang yang beli saham, reksadana, dll. Semua kelompok orang tersebut adalah profit seeker.
2. Pleasure : Orang membeli dengan motif mendapatkan kesenangan.
Contoh :
Orang yang membeli tiket pertunjukan, beli paket liburan, beli alat-alat hiburan CD/VCD/DVD, anak-anak beli mainan, dll.
3. Pride : Orang membeli dengan motif merasa bangga (untuk aktualisasi diri).
Contoh :
Orang yang membeli HP yang dilapisi emas, orang yang beli mobil Mercy/BMW, orang yang membeli perhiasan mahal, dll.
4. Peace of Mind : orang membeli dengan motif merasa tenang/damai/nyaman.
Contoh :
Orang yang membeli polis asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dll.
5. Pain Avoidance : Orang membeli dengan motif menghindari sakit/kesengsaraan.
Contoh :
Orang yang membeli supplement food, multivitamin, alat-alat fitness, dll.
Jika kita bisa mengenali motif-motif tersebut, maka proses menjual sesuatu akan menjadi lebih mudah karena kita akan memfokuskan proses persuasi pada motif utama orang tersebut. Yang harus di-explore/dijelaskan pada calon pembeli adalah benefits yang dimiliki oleh produk dalam memenuhi motif beli orang tersebut. Misalnya produk yang dijual berupa multivitamin, maka benefit yang harus dijelaskan adalah bisa menjaga kulit tetap mulus dan bersinar, sehingga kelihatan awet mudah, tidak gampang kena flu, badan tetap segar meskipun bekerja 14 jam sehari, dll.
Dalam proses menjual, perhatikan situasi psikologi konsumen.
Ada 4 situasi :
Logic vs Emotional
1. Butuh dan Ingin Beli
2. Butuh, tapi Tidak Ingin Beli
3. Tidak Butuh tapi Ingin Beli
4. Tidak Butuh dan Tidak Ingin Beli
Situasi 1 yang paling mudah untuk menjual, sedangkan situasi 2 dan 3 perlu dikompori dan dikipasi agar terjadi proses pembelian. Situasi 4 jangan dipaksakan.
1. Profit : Orang membeli dengan motif mendapatkan keuntungan
Contoh :
Semua pedagang memiliki motif ini, orang beli rumah/kios/ruko dengan tujuan investasi, orang beli mobil bekas untuk dijual kembali, orang yang beli saham, reksadana, dll. Semua kelompok orang tersebut adalah profit seeker.
2. Pleasure : Orang membeli dengan motif mendapatkan kesenangan.
Contoh :
Orang yang membeli tiket pertunjukan, beli paket liburan, beli alat-alat hiburan CD/VCD/DVD, anak-anak beli mainan, dll.
3. Pride : Orang membeli dengan motif merasa bangga (untuk aktualisasi diri).
Contoh :
Orang yang membeli HP yang dilapisi emas, orang yang beli mobil Mercy/BMW, orang yang membeli perhiasan mahal, dll.
4. Peace of Mind : orang membeli dengan motif merasa tenang/damai/nyaman.
Contoh :
Orang yang membeli polis asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dll.
5. Pain Avoidance : Orang membeli dengan motif menghindari sakit/kesengsaraan.
Contoh :
Orang yang membeli supplement food, multivitamin, alat-alat fitness, dll.
Jika kita bisa mengenali motif-motif tersebut, maka proses menjual sesuatu akan menjadi lebih mudah karena kita akan memfokuskan proses persuasi pada motif utama orang tersebut. Yang harus di-explore/dijelaskan pada calon pembeli adalah benefits yang dimiliki oleh produk dalam memenuhi motif beli orang tersebut. Misalnya produk yang dijual berupa multivitamin, maka benefit yang harus dijelaskan adalah bisa menjaga kulit tetap mulus dan bersinar, sehingga kelihatan awet mudah, tidak gampang kena flu, badan tetap segar meskipun bekerja 14 jam sehari, dll.
Dalam proses menjual, perhatikan situasi psikologi konsumen.
Ada 4 situasi :
Logic vs Emotional
1. Butuh dan Ingin Beli
2. Butuh, tapi Tidak Ingin Beli
3. Tidak Butuh tapi Ingin Beli
4. Tidak Butuh dan Tidak Ingin Beli
Situasi 1 yang paling mudah untuk menjual, sedangkan situasi 2 dan 3 perlu dikompori dan dikipasi agar terjadi proses pembelian. Situasi 4 jangan dipaksakan.
Senin, 28 Maret 2011
Jumat, 18 Maret 2011
Attitude and Your Destiny
Mereka dg attitude negatif : - slalu berpikir "saya tdk bisa"
- slalu brpikir mungkin ada jln keluar tp trlalu sulit
- slalu pasrah dg keadaan
- slalu melihat keterbatsan2
Mereka dg attitude positif : - slalu berpikir "saya psti bisa"
- slalu brpikir hal ini sulit, tp psti ad jln keluar
- slalu mengambil tindakan
- slalu melihat kemungkinan2
Sikap atau attitude sangat menentukan value kita dlm mengarungi kehidupan ini. Banyak org mengira bahwa sikap adalah hal yg sepele yg begitu saja mudah diabaikan. Tapi jgn salah, sikap kita menentukan nasib kita kedepan.
- slalu brpikir mungkin ada jln keluar tp trlalu sulit
- slalu pasrah dg keadaan
- slalu melihat keterbatsan2
Mereka dg attitude positif : - slalu berpikir "saya psti bisa"
- slalu brpikir hal ini sulit, tp psti ad jln keluar
- slalu mengambil tindakan
- slalu melihat kemungkinan2
Sikap atau attitude sangat menentukan value kita dlm mengarungi kehidupan ini. Banyak org mengira bahwa sikap adalah hal yg sepele yg begitu saja mudah diabaikan. Tapi jgn salah, sikap kita menentukan nasib kita kedepan.
Sabtu, 12 Maret 2011
http://www.google.com/url?q=http%3A%2F%2Fanehunikgokil.blogspot.com%2F2011%2F03%2Fkapal-berpenumpang-100-orang-tersapu.html&sa=D&usg=AFQjCNG0r3EEioNcWCkiuumVYF-ihJlMag
http://www.google.com/url?q=http%3A%2F%2Fanehunikgokil.blogspot.com%2F2011%2F03%2Fkapal-berpenumpang-100-orang-tersapu.html&sa=D&usg=AFQjCNG0r3EEioNcWCkiuumVYF-ihJlMag
Langganan:
Postingan (Atom)